Rabu, 16 Oktober 2013 3 komentar

Penunggu Puncak Ancala, Buku Pertama Tak Terduga

Sebenarnya nggak kebayang bisa nulis buku atau punya buku sendiri. Berawal dari ajakan Indra, awal tahun 2013, senior SMA, teman di Pramadewa (Pramuka SMA N 66 Jakarta). Ajakannya bikin gue nggak bisa nolak. Gimana mau nolak, karena diajak nulis buku bareng, kumpcer alias kumpulan cerita. Kemudian, dikenalkanlah gue dengan editor Bukune dan ternyata senior SMA gue juga, teman seangkatannya Indra, namanya Kak Ely. 

Untuk memulai proyek ini, tidak terbayang bagi kami semua akan menulis cerita apa. Yang jelas, kalau bagi gue yang terbayang hanya tulisan traveling, karena hobi gue. Waktu itu pertemuan pertama, kami berkumpul di J.Co Cilandak Town Square. Ditemani teh hangat, kami saling berkenalan satu sama lain. Gue bawa Hanum buat ikutan proyek ini. Harusnya ada Ririen yang gue ajak juga tapi dia nggak bisa datang. Setelah perkenalan. Kak Ely menyampaikan bahwa yang bakal kami tulis ada cerita bergenre horor hiking atau pendakian horor.

Waktu berjalan, kami pun mencurahkan pengalaman-pengalaman horor saat pendakian dalam tulisan. Ada rasa duka, haru dan kengerian yang kami rasakan. Namun, kami tetap mengenang, menghormati dan mendoakan orang-orang yang sudah tiada yang kami ceritakan dalam buku ini. Hingga waktu berselang sebulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan, sang editor pun membuat buku ini jadi nyata. Sehingga buku ini bisa jadi terlihat keren dan kece secara design, cover dan bahasa. Akhirnya di bulan Oktober, buku ini sudah ada di barisan Buku Baru Gramedia Bookstore. :))


Gue kasih deskripsi singkatnya..

Penunggu Puncak Ancala

Penulis: Indra Maulana, Sulung Hanum, Ageng Wuri, Acen Trisusanto, Dea Sihotang
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 216 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-113-6
Price:
Sales price: Rp38000
Sales price without tax: Rp38000


Aku dan teman-teman penasaran akan keberadaan komplek makam Prabu Siliwangi di puncak Gunung Tampomas. Sesampainya di sana, perasaanku jadi tidak enak. Ingin rasanya segera kembali ke tenda. Aku merasa… ada yang mengawasi.
Sesosok anak perempuan terlihat mengintip rombongan dari balik pohon. Siapa itu? Kulitnya hitam, bajunya lusuh, dan…. Ah, aku dibuatnya gemetaran, tapi kami saling berjanji untuk tetap diam jika menemukan keganjilan.
Perlahan, anak perempuan itu keluar dari persembunyiannya. Sepertinya tidak ada yang sadar bahwa kami tidak lagi bersepuluh, melainkan sebelas. Karena dia kini mengikuti kami di barisan paling belakang.
Dan…, selama berjalan… lehernya yang hampir putus juga ikut bergoyang….
***
Alam tidak hanya menyuguhkan keindahan, tapi juga menyimpan banyak misteri. Dan ini adalah kisah kami, para pencinta alam yang ingin mengalahkan rasa takut.
Dalam perjalanan mendaki gunung, menelusuri gua, menapaki hutan, kami bersentuhan dengan “mereka”—penghuni alam lain yang membuat nyali ciut. Namun, bagi para petualang, ketakutan harus dihadapi. Sebab, ke mana pun kami pergi, mereka akan selalu mengikuti….
Selamat membaca...
Salam Damai untuk Ibu Pertiwi.. 
Sabtu, 13 Juli 2013 0 komentar

Tahukah kamu?

Tahukah kamu, seperti induk laba-laba, melahirkan kemudian disantap anaknya sendiri, 
Hanya ada rasa ketulusan dan cinta,
Tahukah kamu, saat itu hanya ada permainan sekedar petak umpat atau masak-masakan, 
Tapi permainan itu tak kau gubris, 
Masih buta melihat tanda mana yang putih atau bayang-bayang,
Tahukah kamu, menunggu hari itu bagai suka yang telah usang, 
Seperti kain yang lapuk,
Rasanya dingin tidak menghangatkan, 
Tahukah kamu, air laut memang dalam, hingga kamu harus memahami itu tanpa tanda,
Kini, waktu berubah, permainan itu mulai menyenangkan,
Ada kehangatan merasuk dalam kenyamanan,
Kamu pun mampu menyelam lebih dalam, 
Apakah kamu tahu waktu itu? 
Walaupun kedalaman itu telah kamu selami,
Apakah kamu tahu apa isinya di dalam sana?
Sudahlah, biar tak ada yang tahu, 
Yang harus kamu tahu, aku tak akan bosan bermain denganmu di komidi putar itu.

Depok, 3 Juli 2013 14.00 WIB
Senin, 18 Februari 2013 2 komentar

Oase Hidup


Senja sore itu
Tersenyum lembut
Menyapa hariku
Yang terasa panjang

Kilaunya indah
Tak menyilaukan 
Tak menakutkan

Memenuhi hasrat jiwa
Yang belum terpenuhi
Oleh sentuhan hangatmu

Setiap detik
Menit
Jam
Yang menguasaiku
Tiada berarti tanpamu

Dalam setiap langkahku,
Seperti oase hidup yang abadi
Naungan jiwa yang selalu mengisi kehampaan

24 Maret 2008
Depok
2 komentar

Masih

Masih ingin didekat kalian,
Berjalan bersama,
Bergandeng tangan,

Saat itu kita ada
Merajut kisah penuh makna
Makna antara kau dan aku
Mengalun dalam hidupku

Tawa itu masih kurasa
Senyum itu masih kuingat
Sentuhan itu masih membekas
Hadirmu membuat ku ada

Kau, mungkin tak menyadari
Ku selalu melihat langkahmu
Melihat wajahmu
Melihat keresahanmu

Derap langkahmu
Desiran suaramu
Terasa dalam ingatanku

Masih ingin didekatnya
Bersama menjumput mimpi
Bersama menggapai bintang
Walau jauh, walau sulit

21 Maret 2008
Depok 
3 komentar

Cinta Semesta


Pernah, ku tersesat oleh cinta tapi bukan cinta membara
Pernah, ku melangkah jauh oleh cinta tapi bukan cinta sengsara
Pernah, ku memendam dalam cinta hingga malamnya pekat
Pernah, ku ragu oleh cinta hingga lelahku sendiri
Namun, ku tak bisa meragu cinta

Begitu lama kurasa cinta
Cinta yang selalu ada
Mengisi ruang dan waktuku
Mewarnai hidupku cinta
Hingga ku ragu mencintai cinta
Dan ku lepas saja cinta

Kadang ku tak menyadari cinta
Begitu dekat dan ada
Apakah dia mencinta?
Namun kurasa cinta itu tak tumbuh dalam hati
Tapi cinta semakin menggoda
Merasuk raga, membujuk jiwa, dan menyegarkan dahaga
Sempat hati terjerat cinta
Tapi ku hempas jauh-jauh cinta
Karena ku ragu dan takut akan mencinta

Hingga di persimpangan jalan tak berarah
Ku menemukan cinta Semesta
Melebihi cinta-cinta yang lain
Namun sama dengan cinta sang Rembulan

Ku mencintaimu
Karena kau sangat mencintaiku
Cintamu yang sempurna 
Membuat ku semakin mencintaimu, Semesta
Hingga cintaku padanya
Atas dasar aku mencintaimu, Semesta

Awalnya, ku ragu dan takut akan mencinta
Karena Semesta mencinta isinya

Hingga ku yakin dan tak meragu akan Semesta
Begitu menyejukkan dan nikmat
Cara kau mencintaku dengan keindahan Semesta-Mu

28/11/07
 23.21 WIB
Depok


0 komentar

RESENSI NOVEL SETIA


Berlatarbelakang keadaan politik 1965, dua manusia menjadi saksi Sejarah masa itu. Klise dengan kisah cinta, namun informatif. 

Setia merupakan novel Faaqih Irfan Djailani dengan nama pena Satyakala yang berjenis Roman. Novel ini berkisah tentang percintaan dua insan yang berbeda latar belakang. Rini Wulandari merupakan perempuan cantik, anak seorang pengusaha perkebunan kaya raya dan juga wanita karir sebagai sekretaris karyawan swasta yang sukses. Sedangkan, Zainudin Hamid seorang pemuda rantau lulusan SMA dari Solo. Mereka bertemu dimana keadaan politik pada tahun 1965 sedang memanas di Indonesia.

Jakarta pun menjadi panggung utama politik perseteruan antara PKI dan lawan-lawannya. Perseteruan demikian terjadi ketika Indonesia pada masa itu sedang menghadapi inflasi serta konfrotasi dengan Malaysia. Ditengah-tengah perseteruan itu, bertemulah Rini dan Hamid yang berbeda latar belakang dari segi pendidikan, ekonomi, maupun politik. Percintaan keduanya mendapat banyak tantangan dari sekitar mereka.

Terjadinya peristiwa 1965 membuat keduanya terpisah. Kemudian saling merindu dan berharap bertemu kembali. Hamid yang berlatar belakang SMA merantau ke Jakarta bekerja sebagai juru ketik SOBSI. SOBSI berdiri pada tahun 1947 dan bubar pada 1966 karena tudingan mempunyai hubungan dekat dengan PKI oleh rezim Orde Baru (Djailani, 2012: 15). Bergabungnya Hamid dengan SOBSI, namun  ia justru antikomunis.

Rini dan Hamid bertemu tidak sengaja di jalan. Saat itu mobilnya mogok dan meminta bantuan kepada Hamid dan Leo yang sedang makan cendol di pinggir jalan, berdekatan dengan mobilnya yang mogok. Leo merupakan kawan Hamid yang lebih dulu bekerja di SOBSI. Melalui Leo, Hamid mendapat pekerjaan menjadi juru ketik SOBSI. Setelah Hamid bertemu di pinggir jalan dan memperbaiki mobil Rini yang mogok, Hamid pun selalu terngiang-ngiang wajah Rini dan ia jatuh cinta. Namun, Leo tidak setuju karena Rini menurutnya adalah gadis Kapitalis.

Alasan Leo mengatakan hal tersebut karena representasi dari Rini yang membawa mobil mewah Chevrolet, pakaiannya, gaya bicaranya, dan kekayaan melimpah adalah kapitalis. Sedangkan mereka adalah SOBSI yang masih dibawah PKI. PKI menyebut orang-orang kapitalis sebagai kontrarevolusi dan setan kota. Singkat cerita, dari perbedaan ideologi Rini dan Hamid sangat bersebelahan. Namun karena cinta mereka yang kuat. Berbagai rintangan hingga terpisah selama bertahun-tahun dengan Hamid.

Karena, ia melarikan diri dan menghilangkan identitasnya dari kejaran tentara yang mengklaim dirinya PKI. Pada akhirnya, selama 4 dekade berlalu mereka dipertemukan kembali dimasa tua dan menikah. Namun, setelah mereka menikah kecelelakaan menimpa pasangan itu. 

Latar cerita sebenarnya menarik untuk dikilas kembali oleh pembaca sebagai pengetahuan mengenai sejarah. Namun, penulis kurang akurat dalam menulis instansi yang dulu sebetulnya namanya berbeda dari sekarang dan juga percakapan-percakapan yang dirasa masih tidak layak sebagai percakapan masa 1965. Selain itu, cerita cinta dirasa tampak klise dengan alur yang cenderung cepat sehingga pembaca mudah menebak. Akan tetapi usaha penulis untuk mencari tahu sejarah 1965 perlu diberikan apresiasi yang besar. Dengan catatan perlu penyesuaian keakuratan kondisi masa itu dengan ceritanya. 
Rabu, 07 November 2012 0 komentar

NOVEL ROMAN TERBARU "SETIA"

Pembaca blogger tercinta, disini saya akan menawarkan sebuah novel bergenre roman terbaru berjudul Setia karya kawan saya bernama pena Satyakala. Novelnya baru-baru ini diluncurkan dan sudah dicetak serta sudah bisa dibeli hanya melalui toko buku online halamanmoeka.com. Jika ada yang tertarik bisa membelinya melalui link yang tertera dibawah ini atau melalui saya via email/FB. Berikut cover dan sekilas sinopsis novelnya ini:




Penulis: Satyakala
Penerbit: Halaman Moeka Publishing
Tebal buku: 215 hal
Ukuran: 14 x 21 cm
On sale! 
Rp.50.475 tax incl. 



SINOPSIS


Pada tahun 1965 keadaan politik begitu memanas di Indonesia. Jakarta pun menjadi panggung utama politik perseteruan antara PKI dan lawan-lawannya. Perseteruan yang demikian terjadi ketika Indonesia pada masa itu sedang menghadapi inflasi serta konfrontasi dengan Malaysia. Siapa sangka di tengah-tengah perseteruan itu terbetik kisah cinta dua insan berbeda latar belakang. Hamid dan Rini. Percintaan keduanya pun mendapat banyak tantangan dari sekitar mereka. Terjadinya Peristiwa 1965 membuat keduanya pun terpisah, kemudian saling merindu dan berharap untuk bertemu lagi. Mampukah keduanya bertemu kembali sehingga cinta yang telah ada dalam diri mereka kembali bersemai? Atau malah sebaliknya?





Selasa, 24 Juli 2012 4 komentar

Ujung Genteng: Perjalanan Pembuka Ramadhan

Setiap perjalanan selalu punya cerita yang menarik. Cinta, kasih sayang, kenakalan, pengalaman, dan renungan kehidupan. Begitu rindunya pada alam. Jujur saja tubuh ini seperti kekurangan asupan vitamin. Begitu rindunya pada alam. Ternyata menyadarkan saya bahwa sama dengan rindu pada Sang Pencipta.

Sepulang dari perjalanan tentu ada makna, tanda, isyarat, dan pelajaran didapat. Masing-masing orang pasti berbeda-beda memahami dan mencernanya. Jadi teringat kata-kata bijak pemikir Miriam Beard. Sudut pandang saya melihat sebuah perjalanan sama dengan pemikirannya. 
"Perjalanan bukanlah sekedar melihat dan mengagumi pemandangan, melainkan upaya terus-menerus untuk mengubah pandangan kita akan hidup. ," -Miriam Beard- 
"Dan setiap perjalanan yang saya alami ini, saya yakin banyak mengubah saya," -My Words-
Perjalanan sebelum Ramadhan ini memang sebuah rencana lama saya dan Ririen. Semua berawal dari obrolan ringan soal destinasi mana saja yang patut dikunjungi. Ya, salah satunya adalah Ujung Genteng, Sukabumi. Rencana ke UG sudah ada sejak setahun lalu. Namun rencana itu belum tercapai hingga pada akhirnya baru terwujud sebelum Ramadhan tahun 2012.

Sejujurnya, perjalanan ini awalnya hanya saya dan Ririen yang akan ke sana. Bersama satu teman yang tinggal di Bogor, Femmy. Tapi karena kondisi dan ada sedikit kesalahpahaman. Kemudian acara ini berubah menjadi acara Rafting di Citarik. Rafting sebelumnya memang rencana Hanum dan Juned.

Hitung-hitung silahturahmi Geng Payung, karena memang sudah jarang sekali kami kumpul full team bersama racap-racapnya (baca:dibalik). Walaupun jarang kumpul full team, tetap saja, saya dan Hanum yang paling sering double date sama pacar masing-masing. Atau mungkin date berdua, hanya sekedar nonton film nemenin dia. Bosan sih ketemu dia mulu, tapi kok dilakuin terus ya..hahaha

Tapi tetap saja diantara kami, ada salah satu yang tidak bisa ikut. Dia adalah Kenny. Kenny masih terpentok Skripsinya yang Alhamdulillah dengan landasan yang sedikit berkerikil dan banyak lubang. Ia mendarat dengan selamat menuju Sarjana. Walaupun saya sendiri belum tahu hasilnya berapa, tetapi saya dan teman-teman pasti bersyukur dia bisa melewati semua ini. (sebenarnya ada yang menarik yang ingin saya ceritakan dari sudut pandang saya tentang Kenny, namun itu nanti masuk cerita lainnya)

Semua memang hanya rencana. Rafting masih hanya mimpi. Tung-hitung, Hanum menghitung budget Rafting. Ternyata tidak cocok dengan kocek kami. Maklum kami masih belajar jadi karyawan yang mengelola manajemen keuangan masih berantakan. Banyak keinginan tapi semua harus serba hemat dan murah. 

Putar rencana dan berharap liburan ini harus terlaksana. Karena diantara kami banyak yang penat oleh Jakarta. Khususnya saya sendiri. Mungkin bisa dibilang paling pundung jika rencana ini sampai gagal, hahaha. Maaf ya teman-teman. Sampai kemudian, inisiatif itu datang dari Ririen untuk merubah rencana liburan Rafting menjadi ke UG dan menyampaikan kepada Hanum.

Wajar saja sih, Ririen begitu niat menyampaikan itu ke Hanum. Selain memang karena dia ingin sekali ke UG tapi juga karena saya pundungin. Hahaha Maaf ya Rien.. Koordinasi sudah dilakukan dan persiapan seperti penginapan dan peta rute menuju ke sana pun sudah saya persiapkan. Teman-teman seperti biasa mempercayakannya kepada saya.

Ya walaupun sebenarnya sih semua modal keyakinan saya saja, pasti akan sampai sana. Dan teman-teman memang dengan gampang mempercayai saya. Padahal musyrik tuh prercaya saya. Hahaha.. Dalam setiap perjalanan saya berkeyakinan dimana masih di Bumi Allah, masih ada jalan untuk pulang ke rumah. Tapi jangan dulu pulang ke rumahMu ya Allah, kami belum siap ya Allah. hehe :D

Seperti biasa, detik-detik menuju hari H. Saya berinisiatif bertanya kepada teman-teman soal perizinan. Karena secara tidak langsung saya pemimpin perjalanan dari soal rute dan penginapan teman-teman mengandalkan saya. Pertama kali yang konfirmasi sudah mendapat izin adalah Lia. Sayang Tiar atau Bebe, panggilan sayang kami, *loh tidak bisa ikut kali ini. Karena masih UAS di hari Jumatnya.

Sedangkan, Hanum karena anak kostan pasti dia bebas-bebas saja berpergian. Otomatis Bundonya itu memberi izin. Karena ia juga termasuk yang ingin berlibur sebelum Ramadhan. Walaupun di hari minggunya ia dapat kerjaan dari Bos. Tapi tidak menyurutkan kepetakilannya.  Begitu juga Ail, pacar saya, hehe tuing-tuing.. berhasil saya bujuk untuk ikut. Ya walaupun agak susah juga. Mengingat dia bukan cowok adventure tapi cowok kasur. Tapi menyenangkan dia bisa ikut di antara banyaknya perjalanan saya kali ini.

Perizinan di detik-detik hari H menyisakan satu orang yang belum juga izin. Yaitu Ririen yang kemudian mendapat izin bersyarat karena Ayah dan Adiknya sedang pergi keluar kota. Kami pun harus menjemputnya ke Tambun, daerah pedalaman Bekasi *lebay.

Sebenarnya permasalahan perizinan mungkin saya yang paling kacau. Karena sampai hari H saya belum izin juga. Mungkin perilaku ini karena kebiasaan kalau liputan, tiba-tiba izin ke orang tua di malam sebelum hari H. Malah kebablasan nggak izin. Walhasil Mama mungkin panik nelponin saya tapi BB nggak aktif. Sampai Bagas pun ikut kelimpungan. Nggak lagi-lagi diulangin nih. Soalnya di telpon Mama sempet ngancem mau lapor polisi anaknya hilang, weleh-weleh, gawat, nanti bisa masuk baris iklan anak hilang di koran-koran..

Jackpot Pertama

Setelah perizinan kelar, berlanjut ke hari H perjalanan kami pun dimulai. Hari itu, hari Jumat 13 Juli 2012. Hari aktivitas kerja masih berlangsung. Kami berencana berkumpul di kostan Hanum tepatnya di Tebet. Karena harus menjemput Ririen. Saya dan Hanum pun berusaha mengerjakan deadline sebelum jam 19.00 malam. Mengingat hanya saya dan Hanum yang bekerja menjadi kuli tinta. 

Lia berangkat lebih sore. Karena dia takut naik angkot malem-malem kalau bareng saya. Padahal kurang bodyguard apa saya. Bisa jaga dia di malam hari. Hehehe. Sampai di kostan Hanum duluan, Lia pun seperti induk hamster yang memamah biak. Makanan persediaan bulan puasa hanum, mungkin, disikat habis Lia. Bahkan isi kulkasnya pun juga. Maklum saja Lia menunggu Hanum dan saya lumayan lama.

Rencana mengerjakan laporan lebih cepat pun hanya angan-angan saja. Hanum bisa menyelesaikan pekerjaannya setelah jam 19.00. Maklum bosnya itu menahannya pulang. Lalu giliran saya, yang masih menunggu jawaban Narsum yang ternyata sudah dijawab dari siang hari. Bodohnya saya tidak mengecek ke bawah replyan Narsum. Hingga larut malam saya pun masih menghubunginya. Beruntung dia seorang dokter yang baik dan sabar. Saya pun diberitahu bahwa ia sudah membalas sejak siang hari.

Bodohnya saya, kata itu terucap berulang-ulang kali  selama perjalanan menuju rumah Ririen. walhasil saya ketak-ketik, mijet-mijet gregetan dengan BB saya sendiri melihat email dan mengeditnya untuk segera dikirim.

Sebelum kami berangkat menuju rumah Ririen. Kami full team dengan kloter terakhir Ail sampai kostan Hanum berkumpul pukul 21.00 malam. Kemudian karena Hanum merengek minta makan, kami pun makan di Tebet, tempat makan favorit anak kostan, Internet, Indomie Telur Kornet. Tepatnya pada pukul 23.00 malam kami pun berangkat ke rumah Ririen di Tambun.

Di perjalanan itu seperti saya bilang di atas, saya disibukkan dengan ketak-ketik BB. Sampai-sampai sempat saya minta tolong Lia untuk menggunakan SIInya. Gara-gara Lia melihat layar SIInya itu, ia terpancing merasa mual. Ya jackpot pertama pun dimulai. Kira-kira di daerah Bekasi Timur, masih di jalur Kalimalang, Lia Jackpot.

Avanzano pun dipinggirkan Juned. Lia saya temani ke luar mencari tempat di pinggir jalan untuk Jackpot. Srooottt… sontak saya kaget dan mengernyit.. Keluarlah isi makanan di perut Lia semua. Makanan yang sudah digigiti cacing di perutnya. Hampir setengah kresek kurang, muntahan Lia terburai di dalam kresek bening yang saya pegangin. Mengerti kemauannya, tolak angin saya belikan untuknya. Dari situ pun perjalanan Jackpot Lia dimulai..

Setelah mencari-cari jalan menuju rumah Ririen. Akhirnya sampai juga kami di rumahnya. Saya dan Hanum membuka pagar rumahnya, mungkin itu pertanda buat Ririen setelah menunggu lama, akhirnya kami sampai juga. Dengan muka sudah ngantuk karena menunggu terlalu lama. Ririen masuk ke dalam mobil bersama Hanum di jok belakang. Saya dan Lia di tengah. Juned sebagai pilot dan ail co-pilot yang sering molor. Zzzzz Dan akhirnya perjalanan kami pun siap membuat ceritanya.

Jackpot Kedua

Di perjalanan, Lia masih termenung merasakan rasa mualnya sendiri. Sampai-sampai ia berkali-kali berkelakar sendiri. “Mau pulang ke Kalisari..Kalisari..,” celotehnya. Tentu saja, kami pun tidak mau Lia pulang ke Kalisari. Kami menyemangatinya, agar bisa menikmati perjalanan ini dan menahan rasa mualnya dengan mengobrol. Tega sih ya, tapi itu pantas-pantas aja buatnya. Hahaha..

Karena Lia mual dan tak tahan goncangan. Kami sepakat beristirahat di Rest Area Cibubur. Hitung-hitung sekalian membeli beberapa perbekalan selama di perjalanan. Lia beristirahat sendiri di Avanza dan kami berbelanja. Kemudian, perjalanan pun berlanjut, Juned menekan gas Avanzanonya melaju ke arah papan hijau rute Ciawi Bogor.

Saya berinisiatif mengambil rute Jakarta – Ciawi – Cicurug – Cibadak – Sukabumi - Lengkong - Jampang Tengah - Jampang Kulon - Surade -Ujung Genteng. Jalanan cukup lancar, mengingat kami benar-benar berangkat kurang lebih pukul 02.00 pagi. Ketika sampai di jalan raya Cibadak yang cukup berliku-liku. Lia kembali merasa ingin muntah. Tapi kali ini ia hanya menahannya dengan tiduran di bangku tengah. Sedangkan kami bertiga berhimpit-himpitan duduk di belakang.

Sepertinya Lia serius mengeluh ingin muntah dan kami tidak begitu memperhatikannya. Tanpa diduga-duga, Buuuurrrrrr... Lia seperti mbah dukun saja, ia memuntahkan isi makanannya lagi. Sontak, Hanum dan Ririen pun mundur ke belakang, takut kena semburannya. Hanya saya yang tanggap menghampirinya hingga duduk di sampingnya sambil ngelapin bekas muntahannya. Dan sempat lagi-lagi mencium bau muntahnya. Kali ini saya benar-benar ingin ikut muntah rasanya, tetapi saya tahan, karena kalau saya Jackpot nanti siapa navigator yang diandalkan. Jackpot kedua sudah beres. Perjalanan pun berlanjut menyusuri jalan raya Cibadak dan Pelabuhan Ratu.

Jackpot Ketiga

Beriringan dengan Jackpot ketiga Lia yang tidak terlalu parah. Saya sempat bingung ingin lurus ke Bandung atau belok kanan arah ke Sukabumi dan Pelabuhan Ratu. Sambil menimbang-nimbang ambil arah mana. Avanzano melipir dan Lia membawa kresek yang masih ready stok. Sepertinya sisa muntahan Lia sudah keluar semua. Ia pun merasa sedikit enakan tapi masih sedikit keliyengan, ungkapnya. Avanzano pun memutar arah berbelok ke palang arah tertulis Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.

Melalui rute arah tersebut, tak terasa jarum jam sudah hampir menunjukkan waktu sholat Subuh. Kami akhirnya berhenti di sebuah masjid kecil, sekedar beristirahat sejenak dan merebahkan segala kelelahan kepada Sang Pencipta. Perjalanan berlanjut, kota Sukabumi sudah terlihat. Dimulailah kami menyusuri daerah Lengkong-Jampang Tengah-Jampang Kulon yang tracknya cukup terjal dan berkelok-kelok. Tapi jalanannya sudah cukup baik karena sudah beraspal. Mungkin perbaikan dilakukan karena banyaknya turis yang datang ke Ujung Genteng.



Rasa kantuk dan bosan karena tidak kunjung sampai pun menghinggapi kami. Saking bosannya sang Supir Juned pun merasa pusing, karena jalanan yang terjal dan berkelok. Segera kami beristirahat di Saung sederhana pinggir jalan masih di derah Lengkong. Dengan berbekal Lontong plus sambal buatan Emaknya Ririen, jelly buatan Hanum, ngeteh buatan si Ibu Saung dan sedikit cemilan kacang. Kami merebahkan badan sejenak sambil bersenda gurau seraya mengobati badan yang lelah ini.





Kurang lebih 1 jam kami beristirahat. Saat itu pukul 08.00 pagi, kami melanjutkan perjalanan yang masih panjaang sekali. Karena jujur agak sedikit pusing di jalan dengan palang-palang jarak berapa meter Ujung Genteng dapat ditempuh. Teman-teman yang lain begitu memperhatikan. Justru saya tidak terlalu melihat angka-angka itu. Tepatnya pukul 10.00 kami tiba di gapura selamat datang tempat wisata Ujung Genteng.

Barisan pohon kelapa sudah tampak dipelupuk mata. Banyak, tinggi, dan melambai-melambai dengan nyiurnya. Seraya memanggil kami untuk bermain bersama semilir anginnya. Merasa kegirangan kami pun senang bisa melihat pantai yang sepertinya sudah cukup dekat. Namun itu ternyata hanya fatamorgana. Pantai masih sangat jauh. Begitu juga dengan penginapan.

Kurang lebih 1 jam, akhirnya kami memasuki peisir pantai. Rumah-rumah dan pondok-pondok penginapan pun sudah tampak. Penginapan pertama yang masuk daftar ceklist kami adalah Dewi Sari Bunga. Tempatnya di pinggir jalan. Masih sedikit berjalan kaki jika ingin ke pantai. Kamarnya pun sederhana dengan kasur muat berempat, kipas angin dan kamar mandi di dalam. Saya dan Hanum bertanya kepada pemilik penginapan tersebut dan mematok harga Rp. 75 ribu/malam. Sangat-sangat murah.

Sebelum memutuskan penginapan mana yang akan kami "tiduri". Kami ingin melihat penginapan daftar kedua kami yaitu Pondok Hexa. Penginapan itu terletak sebelum Dewi Sari Bunga. Tetapi masih harus masuk ke pesisir pantai. Pondok Hexa tempat yang nyaman untuk beristirahat. Walau pun sempat salah jalan menuju pondok tersebut.Yaitu kami berhasil mengobrak-abrik kawanan entok yang sedang kawin.

Tak sabar melangkahkan kaki dan menghirup sari-sari keindahan pesisir pantai Ujung Genteng. Kami sepakat menginap di Kamar Kelas Kerang dengan fasilitas ranjang dan kasur tidur muat berempat, AC, DVD player, dan kamar mandi di dalamnya. Seharga Rp. 250 ribu/malam. Kami mengambil dua kamar kelas Kerang. Sehingga total yang kami bayar sebesar Rp. 500 ribu/malam. Sebenarnya penginapan kami menurut saya sangat mewah. Tapi sepadan dengan suguhan keindahan alam pantai Ujung Genteng. 



Rabu, 14 September 2011 1 komentar

Melongok Tanah Nyiur Melambai (Manado, Sulawesi Utara)

Pertama kalinya saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara pada saat acara Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) XV Manado, 12 Juli 2011. Sebagai perwakilan Reporter dari Majalah Gatra, sungguh pengalaman yang menarik buat saya. Karena, memang saya belum pernah bertegur sapa dengan kota itu. Dan tentunya, menambah ilmu kejurnalistikan saya di bidang Kesehatan Anak.

Di depan Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Cheers...!
Setelah berlelah-lelah di pesawat selama 3 jam dan kurang nyaman karena AC pesawat tidak terlalu dingin. Jadinya, seluruh badan pegel-pegel. Kemudian, kami bertujuh, antara lain Rendra (Sindo), Bang Ipul (Nakita), Rahmat (MI), Mba Tari (Ayah Bunda), Mba Mutia dan Medina (Stratcom) serta saya sendiri, berlanjut ke sebuah Restoran terletak di pinggir Pantai Malayang kota Manado. Restoran Ria Rio namanya. Restoran ini merupakan kuliner khas Manado yang cukup populer dan wajib untuk dikunjungi para pelancong.

Suasana bangku Restoran Ria Rio yang terletak di pinggir Pantai Malayang, Manado
Menu santap sore sebelum senja.
 Ikan Bobora, Mujaer, Tumis Kangkung, Udang  golah (udang laut),
Kepiting lada hitam, sambal dabu-dabu., dan lain-lain. Tak lupa ditemani minuman segar Es Kelapa Muda  dengan  pilihan Gula Jawa atau Sirup Kelapa.
Menanti Senja di Peraduan
1 komentar

Harapan Baru Pasien Kanker Prostat

Apakah prostat itu? Prostat merupakan sebuah kelenjar yang dibungkus oleh serabut otot, terletak pada dasar panggul laki-laki. Fungsinya adalah sebagai reproduksi dengan membuat cairan untuk nutrisi sperma dan berperan saat ejakulasi. Kelenjar prostat berbentuk kecil tetapi dapat menimbulkan masalah besar, yakni kanker prostat. Kanker prostat timbul secara bertahap, pertama disebut radang prostat (prostatitis), kedua pembesaran prostat jinak atau biasa disebut Benign Prostatic Hypertrophy(BPH) dan yang terakhir kanker prostat.

Dalam presentasi Prof. Dr. Rainy Umbas,Ph.D, Sp.U, Departemen Urologi RSCM FKUI di Hotel Le Meridien Jakarta pada acara Media Edukasi Kenali dan Waspadai tanggal 9 Juli 2011, kanker merupakan penyakit yang dalam keadaan dimana sel-sel pada suatu organ tertentu tumbuh berlebihan dan mempunyai kemampuan untuk menyebar. Penyakit ini tidak menular dan penyebab pastinya belum dapat diketahui.

Kanker Prostat mulai meningkat yang hanya dialami laki-laki berumur lebih dari 50 tahun. Penyakit ini di Asia termasuk Indonesia tidak terlalu sering, namun dalam 10 tahun terakhir ini dikatakan oleh Prof. Dr. Rainy Umbas, terjadi peningkatan antara 50-260 % dibanding sebelumnya. Disamping itu, di negara-negara Barat penyakit ini merupakan penyakit keganasan yang tersering pada laki-laki.

Selain faktor risiko pada usia muda 20-25 tahun karena stress, diet tinggi lemak, kurang sinar matahari, paparan logam berat, usia lebih dari 50 tahun, ras, dan faktor keturunan juga berperan, yaitu sekitar 5 %. Kanker prostat juga bisa dihambat oleh beberapa faktor. Antara lain dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung penghalau racun, seperti soya dan produk-produknya, teh hijau, lycopene, dan antioksidan.

Di Indonesia, menurut Prof. Dr. Rainy Umbas, khususnya di RSCM dan Dharmais pada tahun 1995-2010, Kanker Prostat sudah sebanyak 40 % dan ada kenaikan sebesar 10 % dari 5 %. Khusus bagian Urologi RSCM saat ini mengalami banyak kemajuan pada pengobatan Ginjal dan Prostat. Keduanya merupakan dua tumor yang paling banyak di sana. Ginjal duduk dinomor 3 dan nomor 2 adalah kanker buli-buli.

Kebanyakan pasien yang datang khususnya di kedua Rumah sakit tersebut sebesar 60 % datang dalam keadaan lanjut. Artinya keadaan lanjut pada prostat sudah berkembang menjadi kanker, yang bermula dari sebuah kelenjar kecil kemudian menjadi radang prostat, lalu jika tidak dicegah akan terjadi pembesaran prostat. Pembesaran protat masih tergolong jinak. Namun, jika tidak peduli dan dicegah akan berubah menjadi kanker ganas.

Gejala kanker prostat bisa terdeteksi melalui diri sendiri, ia mengatakan bahwa gejala pertama terlihat pada gangguan atau keluhan berkemih, yakni terbangun malam hari untuk berkemih, lebih sering berkemih pada siang hari, pancaran kencing melemah (kadang-kadang harus mengedan), kencing tidak lampias (pancuran tidak mengenai sepatu atau kaki).

Gejala yang kedua dapat terdeteksi adanya darah pada air kencing atau sperma, gangguan atau disfungsi ereksi, nyeri tulang khususnya tulang belakang, pinggul dan pangkal paha atau paha bagian atas, kelemahan atau kelumpuhan tungkai bawah. Ia juga mengutarakan bahwa risiko terjadi infeksi, rasa nyeri dan perdarahan dapat dicegah dengan pemberian antibiotik. Yakni obat-obat pegurang nyeri dan menghentkan sementara obat pengencer darah. 

Oleh sebab itu, ia memberi saran kepada pasien atau masyarakat agar segera memeriksa kepada dokter bila terbangun malam hari untuk kencing dan sebagainya. Pemeriksaan prostat, menurutnya harus dilakukan secara berkala, yakni 1 kali pertahun. Pemeriksaan tersebut dengan colok dubur dan PSA. "Walaupun tidak ada gejala, bila anda mulai usia 40 tahun bila ada riwayat kanker prostat di keluarga seketurunan segeralah periksa sebelum berumur 50 tahun," terangnya.

Colok dubur merupakan salah satu pemeriksaan baku untuk diagnosis kelainan prostat. Namun tidak semua kanker prostat dapat terdeteksi dengan cara ini. "Tidak semua kanker prostat dapat diraba," ujarnya. Ada pula pemeriksaan kanker prostat dengan PSA. Pemeriksaan ini adalah dengan melihat kadar Prostat Spesific Antigen (PSA) darah. Pemeriksaan ini guna menentukan perlu atau tidaknya dilakukan biopsi prostat dan pemantauan hasil pengobatan. Kadar prostat juga dapat meningkat pada keadaan terjadinya infeksi prostat, setelah aktivitas seksual dan makanan pedas atau minum alkohol.

Pemeriksaan untuk menentukan ada atau tidaknya kanker prostat adalah biopsi prostat. Biopsi prostat merupakan pemeriksaan dengan cara memasukkan alat bernama Transrectal Ultrasound (TRUS) yang terdapat besi panjang  berbentuk seperti jarum bernama biopsy needle. Alat ini bisa melacak adanya kanker prostat dan bisa masuk ke dalam organ laki-laki yakni prostat. Alat itu akan mendeteksi ada atau tidaknya kanker prostat dan akan terlihat di layar monitor. Prof. Dr. Rainy Umbas menegaskan bahwa biopsi tidak membahayakan untuk terjadinya penyebaran. "Diagnosis dini sangat penting karena akan memberikan hasil pengobatan yang terbaik," ujarnya.

Pengobatan kanker prostat tergantung pada tingkat penyakit dan derajat tumor, usia, adanya penyakit lain, dan keinginan penderita. Bagaimana caranya ? Dikatakan Prof. Dr. Rainy Umbas adalah dengan pengamatan, operasi pengangkatan prostat, terapi sinar (radiotherapy), terapi hormonal, kemoterapi dan perawatan paliatif bila sudah sangat lanjut. Terapi hormonal adalah pengobatan kanker prostat dengan cara menurunkan kadar hormon testosteron serendah-rendahnya

Untuk pengobatan dengan operasi, ia menganjurkan bahwa dilakukan pada stadium awal, dengan usia kurang dari 70 tahun. Dan tidak memiliki penyakit lain, misalnya Diabetes Melitus, Jantung, Stroke, dan lain-lain. Jika memiliki penyakit lain, maka akan dapat membahayakan saat pembiusan. "Operasi dapat dikerjakan secara operasi terbuka, laparoscopy atau robotic assisted," katanya.

Sedangkan, pengobatan dengan terapi sinar atau radiotherapy, ia menyarankan juga dilakukan pada stadium awal, berusia kurang dari 70 tahun. Cara ini dilakukan jika terdapat penyakit lain yang membahayakan untuk operasi. Terapi sinar dilakukan di luar tubuh atau External Beam Radio Therapy (EBRT) dengan memasang implan radioactive menetap (Brachytherapy). "Pada pengobatan ini terkadang perlu kombinasi dengan pengobatan hormonal dengan obat suntik," tuturnya.

Adapun terapi hormonal merupakan pengobatan pilihan pilihan bila sudah ada penyebaran tumor. Dengan tujuan untuk menurunkan kadar hormon testosteron serendah-rendahnya. "Dapat dilakukan dengan operasi pengangkatan kedua buah zakar atau dengan obat suntik 1 kali perbulan hingga 1 kali pertiga bulan," lanjutnya.

Vaksin Kanker Prostat Sipuleucel-T

Penderita kanker prostat kini bisa bergembira. Karena pengobatan penyakit ini sudah bertambah. Salah satunya yang baru saja disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Obat dan Makanan Amerika pada tanggal 29 April 2010. Obat itu berwujud vaksin yang bernama Sipuleucel-T bermerek Provenge yang berasal dari perusahaan farmasi Amerika Serikat, yakni Dendreon.

Sipuleucel-T merupakan vaksin kanker terapi pertama untuk menguji secara klinis efektivitasnya di fase III dengan memberikan ketahanan hidup lebih lama. Khususnya pada pasien yang berada di tingkat lanjut, metatesis (menyebar), atau nama lainnya untuk tingkat ini adalah Castrate Resistant Prostate Cancer (CRPC).

Sipuleucel-T juga menjadi bagian referensi pengobatan yang telah dipublikasikan oleh National Comprehensive Cancer Network (NCCN). Obat ini mendapat kategori pertama yang paling direkomendasi oleh para dokter untuk mengobati kanker prostat yang tergolong CRPC. Salah satunya adalah Prof. Dr. Rainy Umbas,Ph.D, Sp.U yang  menjadi panelis dalam NCCN bagian ASIA.

Dipaparkan Prof. Dr. Rainy Umbas vaksin ini bekerja secara imunterapi. Bentuk vaksin berbeda dari yang lain, dan sistemnya adalah pencegahan. "Karena badannya dibuat autoimun untuk melawan penyakit yang akan datang. Jadi vaksin ini dibuat dari sel badan kita sendiri yang bisa mengenali penyakit itu untuk merusak sel kankernya secara atau dengan reaksi imunologi," terang Prof. Dr. Rainy Umbas,Ph.D, Sp.U kepada Ageng Wuri R. A. dari GATRA, Senin (24/07) di lantai 1 Sub Bagian Urologi RSCM Salemba Jakarta Pusat.

Ia juga mengatakan bahwa vaksin ini digunakan ketika pengobatan konvensional tidak bisa menjadi pilihan lagi. Jika penyakit  masih dalam tingkat awal, bisa dilakukan operasi dan diangkat seluruhnya. Namun, jika terlambat dan sudah ada penyebaran ke bagian tulang dapat diobati dengan pengobatan hormonal. Pengobatan hormonal dengan cara dikurangi hormon yang dimiliki pasien.

"Ini reaksinya biasanya terbatas, rata-rata 2-4 tahun. Masih bisa nurut dia, jadi sel-sel kankernya diam atau tidur. Setelah 2-4 tahun dia akan bangun lagi. Bagaimana kita tahu dia bangun, itu biasanya dilihat dari monitor kita untuk periksa PSA. PSA naik lagi, dan progresif lag," jelasnya.

Menurutnya, memberikan Sipuleucel-T indikasinya tidak bisa secara general. Dalam arti tidak semua pasien kanker prostat bisa diberikan. "Biasanya yang tidak terlalu berat keluhannya. Karena kita tahu pemberian obat ini pasti akan ada efek sampingnya, jadi dipilih yang gejalanya tidak terlalu berat. Ada penyebaran ke tulang tapi tidak sampai lumpuh total," ungkapnya.

Penerapan metode pengobatan vaksin ini terdiri dari tiga langkah. Pertama, darah pasien diambil yang selnya bernama Antigen Presenting Cell (APC). Kemudian, darah ini diproses. Nama prosesnya adalah Leukapheresis. "Prosesnya ini tidak bisa disembarangan tempat. Itu sebabnya, pengobatan ini menjadi relatif lebih mahal. Dan saat ini di Asia mereka sedang baru tahap mencari dimana pusat pemrosesan darah ini menjadi vaksin," tuturnya.

Pengobatan dengan menggunakan vaksin ini bisa dimana pun. Namun, yang menjadi tidak gampang adalah tempat pemrosesan darah pasien. Karena, hanya pihak Dendreon yang mempunyai fasilitas ini. "Pengobatan bisa ada dimana aja, misalnya di RSCM. Pasien ambil darah kirim, proses dikembalikan kita tinggal masukin berarti membuat darah ini atau sel-sel APC ini menjadi siap pakai.dengan Leukapheresis ini dapatlah sel APC," paparnya.

Kemudian sel APC dimasukkan kedua komponen. Pertama antigen yang bernama Prostatic Acid Phosphatase (PAP) dan kedua adalah Granulocyte Macrophage Colony Stimulating Factor (GM-CSF). "Nah ini semua dikerjakan oleh Dendreon dan fasilitas mereka. Jadi perusahaan Dendreon akan buat fasilitas. Di Amerika saya tidak tahu tapi di Asia mungkin satu tempat dan sedang dicari dimana kantornya," ungkapnya. Penggabungan dua komponen tadi ke dalam APC akan menjadi Sipuleucel-T.

Sipuleucel-T merupakan obat yang bersifat spesifik. Artinya tidak bisa dipakai pada semua pasien. Hanya bisa dipakai oleh pasien itu sendiri dari darahnya sendiri. "Makanya namanya autologus atau hanya untuk satu orang pengobatan," katanya. Penggunaan vaksin ini diberikan tiga kali dengan selang tiga minggu. "Jadi orang itu akan diambil darahnya tiap dua minggu sampai tiga kali diproses, dikirim kembali diinfuskan, infusnya sebentar satu jam selesai," ujarnya.

Efek samping dari vaksin ini, ujar  Prof. Dr. Rainy Umbas bahwa sama seperti memberikan vaksinasi. Efeknya seperti demam, panas dingin, sakit punggung, mual-mual, sakit sendi, menggigil, sakit kepala, dan kecapekan. "Itu berlangsung kira-kira beberapa hari setelah diinfuskan. Reaksi-reaksi itu yang bisa terjadi kira-kira 15 persen," terangnya.

Tingkat keberhasilan vaksin ini, menurutnya sangat berbeda dan bermakna dibandingkan vaksin pembanding plasebo. Pasien yang diberikan vaksin ini lebih lama hidup dibandingkan vaksin sebelumnya. "Waktu mereka bikin trialnya itu, bedanya kira-kira 5 bulan antara orang yang dia kasih provenge ini sama yang tidak dikasih untuk survivalnya. Perbedaannya itu bermakna, itu sebabnya sehingga disetujui oleh FDA. FDA melihat jumlah sampelnya cukup dan cara penelitiannya benar. Kemudian hasilnya berbeda. Saya kira kalau nggak salah ada 600 pasien, dimana 400 yang dapet provenge yang 200 tidak itu di Amerika," paparnya.

Sipuleucel-T menunjukkan kelangsungan hidup secara keseluruhan dan memberikan manfaat bagi pasien dalam tiga fase double-blind secara acak uji klinis, D9901,  D9902a, dan IMPACT. Pada fase D9901 terdaftar 127 pasien dengan metastasis Hormone Resistant Prostate Cancer (HRPC) atau CRPC asimtomatik secara acak dalam rasio 2:1. Waktu kelangsungan hidup rata-rata untuk pasien yang diobati dengan Sipuleucel-T 25,9 bulan dibandingkan dengan 21,4 bulan untuk pasien plasebo yang diobati. Kelangsungan hidup secara keseluruhan secara statistik signifikan (P = 0,01).

Fase kedua D9902a dirancang seperti sidang D9901 tapi terdaftar 98 pasien. Waktu kelangsungan hidup rata-rata untuk pasien yang diobati dengan Sipuleucel-T 19,0 bulan dibandingkan dengan 15,3 bulan untuk pasien plasebo yang diobati, namun tidak mencapai signifikansi statistik.

Fase ketiga, IMPACT merupakan dasar untuk persetujuan lisensi Sipuleucel-T oleh FDA. Percobaan ini terdaftar 512 pasien dengan asimptomatik atau minimal gejala metastasis HRPC atau CRPC acak dalam rasio 2:1. Waktu kelangsungan hidup rata-rata untuk Sipuleucel-T pasien adalah 25,8 bulan dibandingkan dengan 21,7 bulan untuk pasien plasebo yang diobati. Kelangsungan hidup secara keseluruhan secara statistik signifikan (P = 0,032).

Plasebo pasien di semua tiga percobaan diizinkan untuk menyeberang setelah perkembangan penyakit untuk mengambil versi Sipuleucel-T yang terbuat dari darah beku mereka yang tersimpan pada entri percobaan (APC8015F). Publikasi penelitian  mengamati bahwa cross-over pasien memiliki waktu kelangsungan hidup rata-rata diperkirakan 23,8  bulan dibandingkan dengan 11,6 bulan untuk pasien yang tidak pernah menerima Sipuleucel-T dalam bentuk apapun. Namun, pengamatan ini adalah retrospektif sehingga tes calon akan diperlukan sebelum manfaat Sipuleucel-T beku bisa dikonfirmasi.

Tahun lalu, Prof. Dr. Rainy Umbas telah melakukan pertemuan America Urological Assosiation di San Fransisco. Pada waktu itu, Sipuleucel-T baru saja diapprove oleh FDA. Kebetulan ia mempunyai teman yang juga memiliki teman orang Dendreon. "Jadi saya diajak makan siang, ngobrol-ngobrol. Nanya kan teman saya, ini gimana kalau diadain di Asia," ujanya. Karena ia kenal banyak orang di Asia Urological. Pada waktu sama ia juga diundang oleh ASIA Urological di Taipe.

Dari situlah muncul ide untuk melakukan ujiklinis di ASIA dan mendirikan fasilitas pemrosesan Sipuleucel-T di ASIA. "Sekarang yang dicari adalah fasilitas untuk mengolah darah tadi. Mungkin beberapa negara ada yang susah untuk mengirim darah keluar masuk, termasuk Indonesia. Dia harus nyari tempat yang sentral, dimana dengan mudah berhubungan dengan semua negara yang ada di Asia. Karena nanti di Asia satu di Australia satu, dipisah. Kemungkinannya sih Singapura karena dia fasilitasnya baik, dari sisi perhubungan nggak ada masalah. Kita sudah pernah sih ngirim sampel darah itu lewat TNT, nggak masalah. Cuman biayanya mahal," paparnya.

Tahun 2012, pengujian akan dilakukan di Indonesia yaitu di RSCM. "Jadi rencanya kita bisa dapet sebagai suatu pusat trial yang akan dijalankan tahun ini," ujarnya. Pengujian akan dilakukan di beberapa negara, khususnya di Asia, antara lain Jepang, Cina, Korea, India, Indonesia, dan Singapura. "Kita akan ikut ujiklinis tahun depan, pasca pemasaran namanya, karena fase tiganya sudah selesai yang mengatakan ini yang dibandingkan dengan plasebo. Ini uji klinis pasca pemasaran, untuk melihat apa betul orang yang dikasih obat ini benar seperti hasilnya waktu mereka bikin penelitian. Tahun ini targetnya fasilitasnya dulu jadi," tuturnya.

Diperkirakan oleh Prof. Dr. Rainy Umbas harga vaksin ini untuk satu kali infus sebesar 10 ribu US dollar. Tetapi itu belum tentu, karena itu adalah harga untuk keseluruhan. "Tentu kalau makin banyak pasiennya akan makin turun harganya. Saya nggak berani expose ongkos ini karena belum pasti. Tapi inilah salah satu pengobatan kanker yang sudah lanjut," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ada empat obat untuk pasien yang tergolong CRPC atau sudah lanjut, antara lain Provenge (Sipuleucel-T), Taxotere (Docetaxel), Jevtana (Cabacitaxel), dan Novantrone (Mitoxantrone).  Diantara keempat obat tersebut, hanya Sipuleucel-T yang bekerja secara imunterapi dan satu-satunya vaksin. Ketiga lainnya secara kemoterapi dengan cara suntikan.

Sebagai informasi, ia juga mengatakan bahwa akan ada obat baru lagi berbentuk tablet yang akan diujicoba di Indonesia November tahun ini. "Abiraterone acetate, dimakan setiap hari, tentunya lebih sederhana dan efek samping tetap masih ada," lanjutnya.
Selasa, 13 September 2011 1 komentar

Fenomena Boyband dan Girlband

Maraknya boyband dan girlband di Indonesia, kini tengah menjadi idola baru kawula muda. Betapa tidak, bisa dikatakan setiap acara musik live yang tayang di beberapa televisi swasta Indonesia, seperti Dahsyat RCTI, Inbox SCTV, Dering (Trans TV), dan lain-lainya, hampir selalu menayangkan boyband dan girlband. Mereka yang sering eksis di acara musik tersebut, yakni Smash, 7icon, Cherry Belle, NSG Star, Max5, Tina with D'Girls, dan lain-lainya. Fenomena munculnya boyband dan girlband yang digemari kawula muda, kini pun berdampak pada digital content, seperti RBT dan lainnya dari provider-provider yang ada di Indonesia. Sekaligus juga menaikan keuntungan bisnis ini.

Ade Beatrix, tim musik, dari PT. Informasi Teknologi Indonesia (Jatis Mobile) beralamat Graha Orange Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3 Jakarta Selatan 12790, bersedia menanggapi fenomena ini. Menurutnya, aktifasi lagu-lagu dari boyband dan girlband perhari bisa mencapai 5 -10 lagu. "Terkadang lebih, seminggu bisa 50 lagu dan sebulan bisa sampai ratusan lagu," ujarnya kepada Ageng Wuri R. A. dari GATRA, Minggu (21/08) melalui surat elektronik.

Hal itu terjadi, dikatakanya karena biasanya para konsumen tahu, selain dari web atau wab Kantongmusik.com dan hpgue.com. Ditambah juga dari mulut ke mulut. Atau dari teman yang sudah duluan mendaftarkan RBTnya di Jatis Mobile. Selain itu, juga ada di antara mereka yang terinspirasi dari boyband dan girlband yang sudah ada, seperti Smash & 7icon.

Trend boyband dan girlband yang mewarnai RBT di Jatis Mobile sudah ada sejak pertama kali, Ade masuk menjadi tim musik tahun 2009. Tetapi, di tahun 2010 dengan munculnya Smash mulai bertambah marak boyband. Ditambah lagi dengan musik-musik boyband Korea yang menambah kecintaan anak muda dengan membuat boyband mereka sendiri. "Dan kedepannya prospeknya menurut saya lumayan lah bisa menaikkan popularitas dan RBT mereka," tuturnya.

Di Jatis Mobile, band pop lama yang pernah bertahan ditangga lagu RBT ada, yaitu Sindentosca dengan judul lagu Kepompong. Bertahan hingga 2 bulan dengan mencapai sampai 2 juta traffic. Jatis Mobile juga bekerjasama dengan Avatar Record, Shelmer Record, Zone Musik Indonesia, Shine Enterprise, VaVe Putra Perkasa(Up Record), Royale Music Indonesia, AW Record dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu juga, Jatis Mobile bekerjasama dengan Operator, ada 9 Operator yakni Telkomsel, Indosat, XL, Axis, Three(3), Esia, Flexi, SmartFren dan Ceria. "Kita bekerjasama dengan Operator selain RBT juga ada namanya SMS Broadcast dan SMS interactive," ungkapnya. SMS Broadcast biasanya menggunakan masking sesuai keinginan client. Client Jatis Mobile ada dari banking, insurance, retail, transportation, media, merchant, consumer goods, dan sebagainya.

Dibandingkan dengan band yang sudah ada, kata Ade, yakni Wali, ST12, D'Masive dan Geisha, memang sedang turun pamornya sekarang. Walaupun band-band tersebut ada komunitasnya yang masih tetap eksis. "Tetep nomor 1 idola remaja terutama Pelajar dan para ABG, yaitu boyband dan girlband seperti Smash & 7icon. Anak saya saja sampai hafal lagu-lagu mereka padahal baru duduk dikelas 5 SD. Lucunya lagi waktu acara kenaikan kelas kemarin selain tari-tarian ada juga para siswi yang naik kepanggung dengan modern dancing dan menyanyikan lagunya Smash. Wah, benar-benar demam boyband dan girlband sampai ke anak2 SD ya," paparnya.

Jatis Mobile selain menyediakan RBT, mereka juga memberikan kepada client untuk kerjasama. Produk yang mereka sediakan antara lain Ringtone, Poly Ring Tone, Mono Ring Tone, True Tune, Full Track download, MOKA(Mobile Karaoke). Dan yang terbaru ada Digital Album seperti Aplikasi yg bisa didownload ke handphone. Isinya, seperti CD, ada foto artist, profile artist, judul lagu dan bisa didengarkan lagunya. Bedanya adalah aplikasi bukan hard copy seperti CD dan ada Orange Magazine.

Perkembangan RBT, diakui Ade masih tinggi peminatnya. Terutama jika Jatis Mobile menggadakan program download RBT berhadiah dan gratis RBT selama 1 minggu. Perkembangannya juga semakin meningkat kalau ada lagu yang sedang in atau menjadi trend.

Perkembangan bisnis Content Provider, dikatakan Ade juga sangat menjanjikan. Karena saat ini hidup di dunia yang serba modern dan digital. Tentunya akan terus melihat perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya dan semakin canggih. Sehingga membutuhkan alat komunikasi dan informasi yg efektif dan efisien seperti mobile phone. "Dampaknya juga pasti dari lagu-lagu yang mudah dicerna dan enak didengarkan oleh masyarakat luas. Saya harap penjelasan saya ini bisa berguna dan menambah pengetahuan dibidang musik terutama RBT dan Content Provider sebagai penyalur bakat bagi musisi muda Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu, Krish Pribadi, Telkomsel VP Digital Musik & Content Mgt, mengatakan bahwa aktivasi lagu boyband dan girlband untuk NSP di bulan Juli 2011 sekitar 150.000. "Angka yang dikasih relatif akurat. Rangenya 30% ke atas. Kalau sama renewal di bulan Agustus mungkin sekitar 250.000," ujarnya kepada Ageng Wuri R. A. dari GATRA, Senin (22/08) di  Wisma Mulia lantai 20.

Berdasarkan langitmusik.com, penyedia lagu-lagu dari Telkomsel yang bisa diunduh, misalnya NSP pada TOP 1212, 7icon dengan lagu Playboy berada diurutan ke-8. Sedangkan, untuk kategori Favorit 7icon dengan Playboy masuk urutan ke-2, lalu ada NSG Star dengan Rapuh urutan ke-7, dan Cherry Belle dengan Dilema urutan ke-8.

Disamping itu, untuk band konvensional NSP kategori TOP 1212 Wali ada di urutan 1 dan 2, dengan Abatasa dan Doaku Untukmu Sayang. Cokelat dengan Kebyar-kebyar di urutan ke-9, Zivilia urutan ke-6 dan Geisha dengan Remuk Jantungku ada diurutan ke-12. Untuk band konvensional kategori Favorit, ada Geisha di urutan ke-3, Zigaz dengan Tebar Pesona urutan ke-5, dan Kangen Band dengan Yang Aku Tahu ke-6.

Secara umum, diakui Krish band-band konvensional masih tetap menjadi hits. Tetapi, kini sudah mulai banyak penggemar boyband dan girlband yang bermunculan. Dan jika dibandingkan band konvensional masih kuat. "Karena sebenarnya boyband itu mereka bukan hanya sekedar lagu. Tapi mereka juga sebenarnya lifestyle. Mereka tampil dengan penampilan yang beda. nggak hanya mengandalkan kemapuan bermusik Jadi mungkin kalau lihat shownya banyak. Karena mereka juga adalah cover boy, bintang film.

Memang sangat menjual. Sedangkan kalau musisi mungkin musiknya yang lebih menjual," ungkapnya.
Produk Telkomsel lain yang marak didownload, yakni wallpaper. Wallpaper boyband dan girlband bisa mencapai 100.000 per bulan Juli 2011. Dibandingkan dengan band konvensional, jatuhnya lebih besar dari yang boyband dan girlband. "Sebenarnya begini, boyband itu ada banyak, jadi nggak hanya satu. Karena Geisha, Wali itu kan satu. Jadi kalau di compare terhadap kelompok, mungkin dia akan kelihatan besar. Kalau satu-satu nggak terlalu besar. Masih jauh dari Geisha dan Wali," terangnya.

Artinya, ujar Krish boyband dan girlband sebagai fenomena kini sudah terlihat. Namun, sebagai icon belum ada yang seperti Wali. Selain itu, band pop lama yang pernah bertahan lama di NSP Telkomsel adalah Peterpan. "Itu bertahan lebih dari sebulan. Peterpan itu top banget waktu itu," tuturnya.

Dikatakan Krish, Telkomsel mempunyai kontrak dengan label. Tetapi terkadang untuk memasarkan lagu tidak bisa hanya lagunya saja atau RBTnya. ,Melainkan, harus dikemas dalam sebuah content. "Content itu kadang-kadang ada content provider yang bukan label. Label juga kadang-kadang punya content provider. Buat kita nggak masalah, sepanjang label itu yakin cara menjualnya ya kita fasilitasi," jelasnya.

Untuk boyband dan girlband, disampaikan Krish bahwa mereka ikut dengan label yang sudah ada. Dengan kata lain, mereka memiliki manajemen sendiri tapi labelnya juga sendiri. Telkomsel juga bekerjasama dengan provider lain atau dari luar. "Sampai sekarang sudah 400 content provider tapi juga da yang merangkap label. Baik dengan partner yang menyediakan lagu," ujarnya.

Fenomena boyband dan girlband ini, menurutnya, akan ada boyband yang menjadi icon. Artinya akan ada satu boyband yang menjadi contoh boyband dan girlband lain. "Boyband dengan segala macem kelebihannya. Tapi yang ngikut-ngikut ini dia yang akan seperti jamur habis hujan dia akan tumbuh banyak. Tapi ternyata persaingannya juga nggak gampang, mengandalkan nari, kemampuan dance, tampang, tapi kalau nggak ada suaranya juga suatu saat ada titik jenuhnya. Tapi saya pikir bakal ada yang menjadi icon dan terus berkembang. Sama seperti band juga," paparnya.

Pengguna NSP Telkomsel, dijelaskan Krish berdasarkan survey dan pengecekan berkisar antara 14-20 tahun. Namun, diakuinya memang tidak pernah ada permintaan database. "Kalau yang udah dewasa mungkin satu lagu  sebulan dua bulan dan lebih seattle. Itu nggak ada yang boyband, kecuali yang gratisan, tapi tetep juga nggak mau juga, langsung ganti. Pasar NSP boyband dan girlband juga segitu, karena memang mereka umurnya belasan, bahkan juga ada anak SD yang suka," terangnya.

 
0 komentar

ICT Travel Muslim Kawula Muda

Sthira, 26 tahun, berencana nonton bola Inter Milan versus AC Milan di Beijing bareng dengan kedua temannya, awal bulan ini. Dalam benaknya, ia bimbang, apakah ada travel yang menyediakan nonton bola sekaligus memfasilitasi ibadahnya di bulan Ramadhan. Dia harus menemukan travel yang bisa mewujudkan keinginannya itu. Dia pun segera browsing-browsing internet.

Kemudian, setelah muncul berderet entri kata travel dia lihat. Ternyata hanya ada satu travel yang menyediakan paket nonton bola plus berwisata dengan konsep muslim. Mengingat bulan ini bulan puasa. Pria yang bernama lengkap Pradipta Sthira Soenario, ingin nonton bola dan juga sekaligus ibadah puasanya tidak terganggu.

Travel yang ia pilih adalah PT. Indo Citra Tamsya (ICT). Pada waktu itu, Sthira tahu bahwa  ICT paket-paketnya memang dikhususkan ke Beijing. Dan pada saat itu, ada pertandingan bola di Beijing. Kebetulan ICT memang mengadakan tour yang sekaligus nonton bola dengan konsep muslim. "Yang pastinya mereka lebih fokus ke muslim, lebih diatur mengenai masalah makan tempat-tempat yang dituju dengan muslim," ujarnya kepada Ageng Wuri R. A. dari GATRA, Jumat (12/08).

Pria yang bekerja sebagai property consultan ini mengambil paket Nonton Bola Beijing Muslim dengan waktu 4 hari, 3 malam. Berangkat tanggal 07 Agustus 2011 dan pulang dari Beijing tanggal 10 Agustus 2011, tiba di Jakarta hari rabu 11 Agustus 2011 dini hari.

Hari pertama, yakni nonton pertandingan bola. Selain itu, juga ada beberapa tour atau obyek wisata yang ia kunjungi bersama 20 rombongan dari ICT. Di hari kedua, rombongannya mengunjungi Tea House of China. Kemudian, ke Tradisional Chinese Medicine Center.Hari ketiga, berkunjung ke Great Wall of China dan Forbidden City serta nonton Acrobatic Show of China. Di hari terakhir, rombongan dimanjakan dengan berbelanja di Wang Fu Jing Shopping Street.

Menurutnya, tempat wisata yang dikunjungi itu ada beberapa yang tidak pas dengan umurnya yang rata-rata 20 tahun ke atas. Karena, ada beberapa obyek wisata yang memang diperuntukkan untuk orang tua. Misalnya tentang obat-obatan dan kesehatan. "Tapi yang saya dengar itu memang diwajibkan oleh pemerintah China. Jadi ya mau nggak mau kita harus ke sana juga," ungkapnya.

Walaupun demikian, ia sangat puas dengan pertandingan bola yang ia tonton. Selain tujuan utamanya terpenuhi. Posisi bangku yang disediakan ICT juga sangat nyaman. Sehingga untuk melihat pertandingan ke arah lapangan sangat terjangkau.

Disamping itu, kepuasan yang ia rasakan adalah soal harga. Soal harga, ia merasa ICT cukup terjangkau karena bisa nonton  pertandingan bola dengan segala fasilitasnya. "Paketnya all in 8 juta rupiah pas, udah dari transport, makan, akomodasi, tiket pertandingan bola, wisata, dan lain-lain. Dari segi harganya masuk akalah," tuturnya.

Profil Pendiri PT. Indo Citra Tamasya

Indira Mahatma Devhi (Dira), Director ICT, lulusan Sarjana Marketing Manajemen, Institute Business of Indonesia. Pengalaman beliau di dunia pertelevisian sebagai Producer, dimana ia pernah bergabung dengan PT. Prime TV Indonesia dan PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Selain itu, penghargaan yang pernha diraih adalah sebagai Runner UP Abgan None tahun1996, Jakarta Utara dan Main Talent untuk iklan televisi, seperti Cadburry Chocolate, Yamaha Motor dan BTN.

Dwi Anisa Prafitria (Tria), Operational Director ICT, lulusan Sarjana Komunikasi, Universitas Indonesia dan Master of Arts in Communication Studies, University od Leeds UK (S2). Pengalamannya di bidang komunikasi, pernah bergabung dengan Stratcom Indonesia dan Ogilvy PR yang masing-masing bergerak di bidang Public Relation Consulting. Sebelumnya juga sempat dengan salah satu radio di Jakarta sebagai penyiar, promotion dan PR. Diluar dunia komunikasi beliau pernah aktif di salah satu organisasi kemanusiaan internasional dibawah naungan badan PBB, yaitu United Nations World Food Programme (UNWFP).

Aurandhani Aritsa (Aura), Director of Finance ICT, lulusan Sarjana Sastra Cina, Universitas Indonesia dan Master of Science in International Political Studies, Nanyang Technological University Singapore (S2). Pengalamannya di dunia financial sebagai Assitant Program Manager, PT. Bank Danamon Indonesia. Sebelumnya pernah menjadi Guru Bahasa Mandarin di PT. Mantika dan Freelance Mandarin Teacher for Indonesian Students in Singapora. Aktifitas yang pernah dijalani sebagai President Committee of Festival Pecinan 2003. Penghargaan yang pernah diraih adalah PRO-SYS Project Management Certified dan Establihing Vain Project clothing company.

Profil PT. Indo Citra Tamsya

Berawal dari pengalaman jalan-jalan tiga dara cantik bersaudara. Yaitu Indira Mahatma Devhi (Dira) 37 tahun, Dwi Anisa Prafitria (Tria) 34 tahun, Aurandhani Aritsa (Aura) 29 tahun. Ketika berada di luar negeri, mereka sering mengalami kesulitan untuk menentukan arah kiblat untuk sholat dan mencari makanan yang halal. Karena travel besar yang mereka pilih tidak bisa menjamin halal.

Agustus 2008, mulai merintis sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa pengaturan perjalanan dengan konsep konvensional dan muslim. Dengan tujuan perjalanan seorang muslim dapat terjamin aman dan nyaman dalam hal ibadah dan makanan yang halal. Sehingga tidak perlu khawatir dan was-was ketika berada di tempat dengan Islam minoritas.

Walaupun ada tantangan terberat menghadang, yakni demand atau permintaan yang belum terlalu banyak. Namun, mereka terus berusaha untuk mewujudkan agar masyarakat dapat tanggap dengan pilihan wisata muslim yang mengutamakan kenyamanan beribadah. “Makannya kita yang punya bertiga, saya, kakak saya, dan adik saya. Jadi mikir, kita menyediakan service yang seperti ini,” ujar Tria kepada Ageng Wuri R. A. dan Sujud Dwi Pratisyo dari GATRA, selasa (09/08) di kantor ICT di Komplek Perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan adanya demand yang belum seperti pasar. Tria berpikir bahwa selama ICT bisa menawarkan yang benar. Dalam arti sesuai dengan cara Islam yang halal dan syar’i, masyarakat pasti akan memilih yang benar. Tetapi mereka harus memikirkan lagi bagaimana untuk bisa membuat permintaanya dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan ICT. “If you have the better choice kenapa nggak,” katanya.

Tria yakin bahwa bisnis ini memiliki kesempatan besar, karena memang pertama di Indonesia. Selain itu, penduduk Indonesia mayoritas muslim. Ditambah dengan adanya budget airlines yang murah, mereka menganggap bahwa orang lebih mudah untuk bertraveling. Karena fiskal tidak ada. Sehingga menjadikan kesempatan lebih besar untuk orang bertraveling. “Nggak harus nunggu pensiun dan tidak terbatas ke golongan atas. Sekarang menengah pun sudah bisa. Jadi menurut kita ini pasti bagus kalau kita serius dan kita bener-bener serius,” ungkapnya.

Dari pertama kali ICT dibangun, diakui Tria dan saudaranya masih banyak ada pembelajaran yang mereka hadapi. Karena mereka memang sebenarnya bukan pemain handal di bidang jasa perjalanan. Sampai saat ini pun mereka masih belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Awalnya ICT dibangun, sebenarnya belum menggaet konsumen. Mereka melakukan usaha dari  door to door ke travel-travel hingga mengirim email ke berbagai travel-travel kecil di Jakarta dan sekitarnya. Pendekatan yang mereka lakukan pun secara konvensional. Namun, saat ini sudah berkembang. Mereka ingin menggunakan cara-cara yang tidak terpikirkan oleh travel atau tour operator lain.

Cara-cara itu adalah mulai dari promo di sosial media, seperti twitter, facebook, dan website. Tidak hanya itu, iklan di koran dan media juga digencarkan, sejak tahun 2009 di Republika dan travel kecil serta pernah talkshow di radio. Karena mereka bukan travel agen, melainkan sebuah tour operator yang lebih tematis. Mereka ingin menunjukkan bahwa ICT ini lebih ke wisata muslim dan sedikit berbeda dengan pemain lainnya.

Media campaign baru dimulai ICT Maret 2011. Dan itu membuat peningkatan permintaan dari sebelumnya. Sedangkan pemasukan dari travel agen ICT menerima sebesar 60 %. Dan bertambah lagi dari sosial media.
Dengan motivasi itu, ICT saat ini sudah memiliki kantor sendiri. Walaupun masih numpang, dengan sebuah perusahaan minyak dan gas bumi serta tenaga alam bernama Bangkit Indonesia Persada, milik Ayah mereka.

Tetapi mereka yakin mampu menjalankan bisnis yang sering dipandang sebelah mata oleh banyak pihak.
Sebelumnya ICT merupakan sebuah perusahaan travel konvensional yang  kebetulan kenal dekat dengan Ayah mereka. Namun, pada saat itu hampir bangkrut. Kemudian, merger atau bergabung dan menjadi ICT. “Jadi dikasih ke kita, karena kita nggak pegang travel, mendingan karena kita ada bisnis opportunities ke sini, jadi ke tour operator muslim aja,” terangnya.

Setelah bergabung, melalui rekan Ayah mereka, ICTdibukakan jalan untuk bekerjasama dengan China Airlines. Yang kemudian China sebagai destinasi favourite. Karena mereka memang memiliki partner Islamic China Tour.

Ditangani oleh Beijing Travel Services, salah satu travel terbesar di Beijing. Sahamnya dimiliki oleh setengahnya pemerintah China. Dan mereka berani jamin, bahwa satu-satunya tour yang bener-bener muslim adalah ICT.

Alasan ICT tidak memilih Garuda karena sudah bekerja sama dengan yang lain. Disamping harganya yang mahal, juga sudah memiliki paket sendiri. “Kau untuk ke Thailand pilihannnya banyak ada Thai Airlines, Air Asia, Garuda,” ujarnya.

Dengan karyawan berjumlah 10 orang ICT menyediakan produk-produk muslim, namun tidak bergerak di umroh dan haji. Karena memang sudah ada musimnya sendiri. Produk ICT yang ditawarkan sebenarnya sama dengan travel konvensional lainnya. Tetapi tentu ada perbedaannya. ICT masih mengikuti kaidah-kaidah yang ada di Islam. ICT sudah bertahan kurang lebih tahun. Di tahun pertama mereka masih set up segala hal. Kemudian di tahun kedua dan ketiga mereka baru memasarkan produk-produk secara lebih fokus.

Dengan konsep bukan sebagai travel agen melainkan tour operator. Spesialisasi mereka adalah sebagai pengaturan tour akomodasi dan transportasi selama di negara tujuan. Terkadang bahkan travel agen mengambil produk ICT. Ada pula beberapa rekanan travel ICT produknya ada di mereka juga. “Jadi kalau misalnya mereka ada customer yang mau wisata muslim larinya ke kita. lebih ke tour operator atau hole saler dari partner-partner kita yang di luar,” tuturnya.

ICT sebagai satu-satunya tour operator yang bergerak di bidang muslim sudah mendapat sertifikasi dan rekomendasi dari Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketuanya adalah KH. Ma'ruf Amin. Beliau juga sebagai penasihat ICT dalam berbisnis tour operator muslim. ICT Bersama Dewan Syariah MUI, dan didalamnya KH. Ma'ruf Amin pernah jalan-jalan.

“Jadi memang sudah dipastikan dari MUI bahwa kita memang bener-bener serius. Kita  memang nggak main-main. Kadang-kadang yang lain-lain suka yang embel-embel muslim, tapi kita nggak bisa garanty hala tapi No Pork aja, tapi yang paling membedakan adalah makanannya. Apakah memang benar-benar halal. Dan ini untuk legitimasi” tegasnya.

Berawal bekerjasama dengan Airlines, ICT menerima permintaan tour muslim maupun yang tidak. Dengan percobaan pertama dengan romobongan yang berangkat sebanyak 15 orang. Rombongan tersebut didapat dari network keluarga mereka. Dari ibu mertua, ngumpulin ibu-ibu pengajian, teman-teman dekat, kenalan, hingga dari  mulut ke mulut. 

Rombongan pertama itu berhasil pergi ke Beijing dengan China Airlines. Kunjugan wisata ke Great Wall, Tiananmen Square dan Forbidden City. Tria mengatakan walaupun percobaan dan ibu-ibu mereka senang. “Dan kita kan pasti ada shoping, dan mereka hoby deh di situ,” katanya.

Destinasi utama ICT saat ini masih China, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Mereka memang belum banyak karena mementingkan kerjasama yang selektif. Selektif dalam arti harus yakin betul bahwa negara-negera destinasi itu halal dan mengerti penanganan orang muslim seperti apa dan bagaimana. Sehingga tidak sembarangan memilih rekan kerjasama untuk tour muslim.

Seperti Korea yang saat ini sedang musim dan banyak permintaan. Saat ini, ICT sendiri sedang melobi kedekatan dan mencari orang-orang atau divisi yang menangani muslim. Namun, karena kesulitan bahasa dan Islam yang minoritas, masih menjadi kendala. “Disana tuh masih belum ketemu language barier, saya sampai telfon sendiri tuh ke Korea tourism board,” jelasnya.

Diluar paket, konsumen juga bisa memilih dan meminta penginapan sendiri, seperti hotrl. Namun, ICT sudah mempunyai hotel-hotel rekomendasi yang memang halal dan ada tanda kiblatnya. Selain itu juga sudah dianggap paling save. “Kalau ada tamu yang minta hotel lain kita bisa costumize tapi semua yang ktia tawarkan di sini,” terangnya.

Untuk paket ICT di atas 15 orang akan disediakan tour leader. Namun jika rombongan dibawah 15 orang tidak disediakan melainkan hanya tour guide lokal. Guide lokal yang bisa berbahasa melayu, indonesia, atau inggris.

Dengan pelayanan sentuhan muslim. ICT juga menyediakan paket-paket khusus. Seperti, bulan ini ada paket Beijing Muslim Tour Football yaitu Inter Milan lawan AC Milan. Rombongan telah berangkat dan kembali sebanyak 20 orang. Pergi tanggal 07-10 Agustus 2011, 4 hari 3 malam. Selain nonton bola, mereka tetap bisa senang dan tenang karena tetap bisa sholat dan menjalankan ibadah puasa.

“Jadi sahur dan puasa mereka dapet. Cuman siangnya nggak. jadi kita bisa sediakan seperti itu tidak kayak musafir yang nggak makan,” ungkapnya. ICT tidak menutup kemungkinan ada konsumen non muslim. Tapi memang masih ikut ke paket muslim dengan makanan tetap halal.

ICT telah bekerjasama dengan Mandiri travel center di pertengahan 2009. Pemegang kartu kredit mandiri bisa discount dan bisa cicilan. Di tahun 2010 bekerjasama dengan BNI Syariah dan masih ongoing. “Alhamdulillah tahun lalu dari BNI Syariah, dapet langsung satu group 75 orang,” tuturnya. Resminya bekerjasama dengan Mandiri dan BNI Syariah merupakan tahap profesional yang telah dilalui ICT. Selain itu cara tersebut paling ampuh untuk menarik konsumen.

ICT selalu memberikan produk yang terbaik dan mementingkan pelayanan. Oleh sebab  itu, mereka selalu memperhatikan konsumen yang sedang bertamsya. Mereka siap menerima komplain karena agar bisa dibagikan kepada rekan di luar juga sebagai improvement.

Saat ini langganan ICT adalah travel-travel kecil. Mereka juga pernah mencoba ke travel besar. Namun, masih belum bisa masuk ke dalamnya. Karena, disamping sudah berpengalaman dan memiliki pasar besar. travel besar juga pasti sudah memiliki destinasi yang luas.

Konsumen ICT tersebar melalui travel-travel kecil dan juga bisa langsung melalui ICT. Dalam satu bulan ICT bisa memberangkatkan tour muslim 50-100 orang. Dan bulan-bulan ramai pada saat liburan sekolah, lebaran, dan liburan akhir tahun (natal dan tahun baru). Namun, ketika low season, biasanya konsumen ICT adalah perusahaan-perusahaan kecil sampai besar. Karena perusahaan biasanya menghindari tiket mahal dan ramai.

Dengan omset 4,5 – 5 miliar rupiah setahun ICT yakin bisa menambah destinasi tempat wisata muslim yang belum terwujud. Namun hal itu tidak mudah. Butuh pendekatan dan pemastian orang-orang yang akan bekerjasama. ICT kedepannya juga akan menarik wisata dari luar ke Indonesia. “Karena kita juga pengen ada packaging yang beda lagi. Kita pengen nggak hanya bisa seneng-seneng, yang wisata luar dapat sesuatu dan masyarakat sini juga dapat sesuatu. Jadi ada timbal baliknya,” lanjutnya.

Pangsa Pasar dan Persaingan Bisnis Travel Muslim

Bisnis wisata muslim dengan mengutamakan kenyamanan ibadah dan makanan halal sangat menjanjikan. Seperti yang dikatakan,  Tria banyak orang yang menganggap remeh bisnis wisata muslim. Namun, ia yakin selama mayoritas penduduk Indonesia muslim, pasar semakin meningkat. “Cuman tantangannya gimana supaya orang tahu kita,” ujarnya.

Dalam setahun terakhir, menurut Tria sudah banyak mucnul kompetitor pebisnis wisata muslim. Tidak banyak pula ternyata yang benar-benar berisi dengan konsep muslim dan mengutamakan kehalalan.
Menurutnya, pelopor wisata muslim kebanyakan berawal dari seperti ICT. Bukan produk resmi dari travel, melainkan dari tour operator. Akhir-akhir ini wisata muslim menjadi trend masyarakat melihat ada permintaan yang besar. Karena memang penduduk Indonesia yang mayoritas Islam dan ada pasarnya.

Dibandingkan dengan Malaysia, bisnis travel muslim bukan hal yang baru lagi. Melainkan suda menjadi hal yang lumrah sekali. Mereka yang muslim suka traveling pasti memilihnya wisata muslim. Sedangkan, Indonesia baru memulai ke arah sana. “Mungkin setahun dua tahun ini. Jadi kayaknya kalau dibilang booming baru mau ya,” terangnya.

Sebelumnya, diungkapkanTria sebenanrya ada seperti ICT, tapi karena dahulu wisata muslim belum lazim maka masyarakat belum tahu. Selain itu juga belum peduli dan pengelolaannnya belum profesional.
“Trus sempet ilang, dan sekarang timbul lagi. Tapi perlu dicermati, atau diwaspadai kadang-kadang ada travel yang mengklaim wisata muslim tapi hanya embel-embel muslim. Cuma kita kan nggak tau mereka tawarkan. Apakah makanannya bener-bener halal. Apakah solat terjamin. Karena untuk ICT kita ni IsnyaAllah sampai sekarang definisi muslim dan halal kita tuh dalem,” paparnya.

Sementara itu, Dira, Director ICT mengamini bahwa di Malaysia yang pertama kali sudah mengatur wisata untuk muslim.Di Indonesia yang mayoritas muslim justru belum ada waktu dulu. “Kita nggak dikenalkan untuk itu,” ujarnya.

ICT bersaing secara sehat dengan Komunitas travel muslim lain. Menurut, Dira sisi positifnya adalah ketika itu tumbuh, berarti permintaan sudah mulai banyak. Memang ketika pertama kali, ICT melakukan pendekatan dengan partner-partner di luar negeri, ada beberapa yang menganggap sebelah mata. Tetapi tetap diyakini olehnya, karena di Indonesia umat terbesar adalah muslim. “Tapi sekarang di luar negeri sudah mulai ada halal-halal berarti prospek dan jalur-jalur itu sudah mulai ada, ujarnya.

Harga paket yang ditawarkan ICT kompetitif, kata Dira. Perbedaannya pun tidak terlalu signifikan dengan travel konvensional. “Kalau China sudah sangat kompetitif banget karena kita udah dari awal disitu, secara infrastruktur untuk muslim sudah ada,” terangnya. Namun, ada beberapa yang masih agak tinggi yaitu di Bangkok, Thailand, Vietnam, tapi tidak sampai beda 200 ribu hingga 300 ribu rupiah. Hanya antara 50-100 ribu rupiah. “Cuman memang setelah kita selami dunia ini, orang ngeliat itu lebih ke harganya aja. Saya juga nggak bisa pungkiri juga, apa memang budget mereka terbatas,” selanya. 
 
;